Popular posts

Arief Hidayat On Jumat, 30 Agustus 2013


Sebagian dari kalian sewaktu SD pasti sering menghabiskan uang saku sekolah untuk jajan. Bukan jajan makanan, atau minuman seperti yang orang tua kita anjurkan, jajan yang sewajarnya anak lainnya beli untuk melepas lapar dan dahaga. Bukan jajan ciki,es teh beku, permen karet Yosan, Kinoman, Sugus, wafer remuk dalam plastik, es bon bon, permen jagoan neon dan seterusnya. Namun yang kalian pilih malah jajanan yang nggak bisa dimakan. Hal itu bisa berupa mainan, sebuah benda, atau bahkan makhluk hidup yang legal diperjual belikan. Dibeli karena rasa ketertarikan terhadap barang itu lebih besar ketimbang jajan makanan.
Kali ini gue akan bernostalgia dengan macam-macam jajanan tersebut. Nantinya gue hanya akan menulis hal yang gue ingat dari jaman kecil dahulu. Jadi maafkan kalau kurang sesuai harapan dan bayangan kalian sebagai pembaca. Mari telusuri tulisan gue sampe akhir.....
Berawal dari....
Yoyo Atau Gangsing
Yoyo dan gangsing adalah saudara, mereka sama-sama terbuat dari bahan yang sama, bertali dan juga mereka sama-sama berputar. Yoyo dan gangsing pada masa kecil gue dulu sama-sama terbuat dari kayu dan diwarnain dengan pewarna yang sama juga bahannya. Di dalam yoyo terdapat tali (benang nylon) dengan ujung adalah sebuah karet pelindung untuk mengaitkan jari kita ke tali seperti cincin. Sedangkan pada gangsing, disediakan tali berwarna biru dongker, talinya bau bahan celana jins baru, bentuknya mirip seperti sumbu kompor namun dengan ukuran yang lebih kecil dan ujungnya diikatkan ke sebuah tutup botol sosro atau botol beling lainnya.


Dilihat dari ujung atau kakinya (yang memutar dan langsung bersentuh tanah) gangsing itu terbagi dua, ada gangsing mur dan gangsi paku. Bagi yang sudah mahir biasanya memilih gangsing paku, sedangkan bagi mereka yang masih coba-coba dan pemula biasanya memilih gangsing baut. Tidak sampai disitu, karena selain paku dan mur di gangsing, ada juga benda lain dari toko matrial yang juga lekat dengan gansing, yaitu paku payung kecil.


Karena yoyo dan gasing berputar jadi paku payung merupakan benda berbahaya yang menakjubkan. Jika paku payung tersebut ditempel di sisi yoyo atau gangsing, niscaya akan menimbulkan gradasi warna yang bagus, mengkilap dan bersinar. Mirip-mirip lampu disko gitu deh, itulah cara anak kecil memodifikasi gangsing dan yoyonya. Membeli paku payungnya pun di abang penjual yoyo dan gangsingnya langsung. Bukan di toko peralatan atau material dekat rumah. Bisa ditebak bahwa harganya akan jauh lebih mahal karena satu paku payung di abang yoyo atau gangsing bisa seharga setengah box paku payung jika kita beli di toko material.
Orang-Orangan
Jujur aja, gue punya banyak mainan jenis ini. Gue punya semua tokoh miniaturnya. Mulai dari Dragon Ball, tentara-tentaran, binatang beserta pohonnya, Street Fighter dll. Kalau sekarang orang menyebutnya dengan nama “Action Figure”. Punya anak-anak jaman dulu beda dengan yang saat ini. Orang-orangan terbuat dari plastik padat, dan ada juga yang terbuat dari karet. Hanya saja pada saat itu, yang kejangkau untuk di beli oelh anak-anak SD adalah yang dari plastik. Orang-orangan hanya punya satu warna, dan itu penuh keseluruh tubuh. Jadi nanti Son Goku warnanya hijau semua dari atas sampai bawah, atau Bezita merah semua dari atas sampai bawah.


Pose yang disedikan orang-orangan sangat bermacam-macam. Biasanya pose sedang kuda-kuda beladiri, atau kuda-kuda mau mengeluarkan jurus. Beberapa dari orang-orangan kadang nggak bisa di berdirikan karena alas kakinya nggak mulus atau berat orang-orangan tidak seimbang antar sisi-sisinya. Sehingga beberapa orang-orangan sulit dibuat berdiri. Cara mainnya adalah, kita selaku dalang mengarahkan orang-orangan tersebut sesuai cerita.  Kadang bertemakan pertarungan, kadang bertemakan sepak bola, dan bagi yang kemayu temanya adalah bapak-bapakan atau ibu-ibuan.

Biji Karet


Ini adalah Biji yang sampai sekarang gue nggak pernah tau bagaimana bentuk buahnya. Aturan mainnya sederhana, dengan cara mengajak teman untuk mengadu kuat biji karetnya dengan biji karet kita. Kedua bijinya kelak ditumpuk jadi satu kemudian dipukul untuk membuktikan biji karet siapa kah yang paling kuat. Biji karet juga diperjual belikan di abang-abang tukang ager. Setelah dibeli kemudian diadu, hancur dan kembali beli lagi. Kadang ibu-ibu dengan sabarnya menyapu sisa peperangan biji karet anaknya di teras rumah. Bagi anak-anak pinggiran Jakarta mungkin masih bisa menemukan biji karet liar. Mereka masih bisa mencarinya dengan bebas tanpa harus membelinya di abang-abang tukang ager. Warnanya hitam bercorak garis-garis tebal warna cokelat. Coraknya mirip kulit semangka, namun ini berwarna hitam cokelat, dan bulat tidak sempurna, kenapa namanya biji karet? gue juga nggak tahu. Karena waktu itu gue hanya ikut-ikutan aja menyebutnya biji karet.


Biang Es
Biang es atau disebut es kering ini biasa jadi jajanan unik anak sekolahan. Ada yang hanya membeli es-nya saja, namun juga ada yang sekalian membeli pipa cangklongnya juga. Gunanya pipa ini adalah sebagai simulator sebuah rokok cangklong, Biang Es-nya dimasukin kedalam kepala pipa kemudian ketika kita menghisap pipa rokok buatan tersebut, maka uap dari biang es akan ikut terhisap. Sehingga nampak seperti merokok sungguhan (jangan tiru adegan ini di rumah). Selain itu cara lain untuk memainkan biang es adalah dengan memasukannya ke dalam air. Biasanya anak kecil takjub serta senang bukan kepalang ketika melihat efek yang ditimbulkan dari percampuran biang es dan air. Air akan nampak seperti mendidih dan kabut tebal pun menggumpal ke seluruh genangan air.



Karet Gelang
Taukah kalian ? bahwa di tahun 90-an karet gelang menjadi komiditi jajan yang sangat menggiurkan. Karet gelang adalah sebuah barang yang biasanya kita temukan di jalan dan gratis di warung-warung. Dahulunya karet gelang pernah juga diperjual belikan. Awalnya memang dijual ke pihak yang membuka usaha seperti warung, penjaja makanan ataupun tukang nasi goreng. Namun seiring berjalannya waktu dan kebetulan sedang musim main lompat tali. Karet gelang jadi ramai dicari di seluruh sudut kota. Sejumlah wanita cilik dan anak lelaki kemayu yang kreatif, dengan sengaja membeli karet tersebut sebanyak-banyaknya, ditambah hasil temuannya di dapur rumah dan di jalan, bermaksud membuat sebuah tali karet untuk main lompat tali yang pada saat itu dinamakan “main karet”.


Dianyamnya satu persatu karet tersebut, dibentuk berantai hingga panjang dan besar. Ada rasa bangga ketika seorang anak wanita mempunyai karet yang besar dan panjang, ditambah lagi itu hasil kerja kerasnya selama ini. Kadang ketika ada seorang anggota kelompok bermain karet tanpa sengaja menemukan karet tergeletak di jalan, akan dia pungut dan disumbangkan ke kawannya untuk menambah panjang karet tersebut. Dengan kata lain karet selain alat permainan bagi anak perempuan dan anak laki kemayu, juga sebagai pemersatu hubungan pertemanan.


Lilin Mainan
Bentuknya kotak dan biasanya dibungkus seperti bungkus lada atau ketumbar di warung-warung. Dijual dan digantung di dagangan tukang ager-ager. Lilin mainan ini bermacam-macam warnanya. Karena teksurnya yang sangat lunak dan liat membuatnya bisa diubah kedalam bentuk apapun. Biasanya seorang anak tak hanya mempunyai satu lilin, ada juga yang berkesempatan mempunyai dua sampai lima buah lilin. Kesemua lilin tersebut dicampur menjadi satu gumpalan besar dan siap dibentuk menjadi bermacam-macam model.



Yang khas dari lilin ini adalah baunya yang menyengat. Hampir mirip seperti bau minyak tanah. Dan menyisakan sensasi lengket setelah menyentuh tangan. Mainan ini sangat mengeksplorasi daya imajinasi anak. Seorang anak bisa berkreasi sedemikian rupa untuk mengolah gumpalan lilin tersebut. Kadang hasilnya mirip, kadang nyaris mirip. Bentuk yang paling banyak dibuat dari lilin ini adalah bakso dan ular.


Peletokan Bambu
Kali ini barangnya lebih hardcore, yaitu penjualan senjata. Penjualan senjata di sekolahan selalu terjadi ketika penjual peletokan mulai datang. Peletokan adalah sebuah mainan yang terbuat dari bambu dan dimainkannya dengan cara disodok dengan batang bambu lagi. Peletokan diambil dari suara yang dihasilkan mainan tersebut ketika di gunakan.


Amunisi peletokan tersebut adalah koran atau kertas basah namun kadang jambu muda yang sangat kecil juga bisa (biasa disebut pentil jambu). Ketika mainan itu merebak, maka konsumsi koran pun seketika akan meningkat. Peletokan tidak berbahaya jika dimainkan, namun tetap saja menimbulkan rasa sakit yang lumayan jika peluru yang dilontarkan mengenai kulit. Entah bagaimana orang bisa menemukan permainan demikian, yang pasti peletokan tak membutuhkan bubuk mesiu untuk melontarkan peluru dan untuk mengeluarkan bunyi nyaring seperti letusan pistol.


Petasan Getok
Ini jenis jajanan yang sedikit berbahaya. Sejenis petasan namun dengan tingkat hulu ledak yang sangat kecil. Bendanya terbuat dari kertas, berwarna merah dan ada sedikit benjolan di tengah kertasnya. Kertasnya memanjang dan benjolannya itu banyak berderet di atas kertas. Cara mainnya adalah dengan menghempaskan atau memukul benjolan tersebut dengan benda yang keras. CETAAAAAAR !!!!, demikianlah bunyi yang dihasilkan dari petasan ini.


Biasanya anak-anak memainkannya di teras rumah, di lapangan sekolah ataupun dipinggir got. Pinggiran got jaman dulu berupa batu beton persegi yang padat dan terbuat dari semen sehingga kita bisa main petasan disini karena alasnya yang keras. Dan muncul juga tembak-tembakan yang terinspirasi dari petasan ini. Senapan dari kayu, hasil rakitan sendiri. dimana tidak ada peluru yang keluar. Hanya saja senapan mainan ini memiliki tuas yang berguna untuk memukul petasan tersebut. sehingga senapan tersebut akan mengeluarkan suara CETAAAAARR !!!! juga.
Binatang
Ini adalah contoh betapa semaraknya jajanan untuk anak kecil di Indonesia. Ada jajanan berupa binatang, tersebar diseluruh sekolah di Jabotabek. Bagi anak kota, hewan yang hidup liar itu sungguh menakjubkan jika kita miliki. Oleh karena itu banyak pedagang yang pergi jauh ke belakang rumahnya atau ke desanya untuk mencari binatang yang bisa dijual. Ada banyak binatang yang dijual di sekolahan.
Pertama, Keong/Kumang/Kelomangan. Ini adalah jenis hewan yang sampai saat ini sangat populer di dunia perjajanan anak sekolah, khususnya dalam ruang lingkup dunia jajan anak SD. Binatang bercangkang ini mempunyai tubuh kecil dengan 4 kaki dan 2 capit besar (untuk ukurannya) di depan. Yang bisa dilakukan keong ini hanyalah ngumpet di dalam cangkang dan berjalan. Ketika ngumpet, maka ada sebuah ritual yang harus dilakukan untuk mengeluarkan keong ini yaitu menghembuskan nafas kita ke dalam rumah keong tersebut “haaakhkhkhh haakhkhkhhh”.


Niscaya keong akan keluar, jika tidak keluar juga maka dengan rasa tahu yang tinggi kita simpulkan kalau keong tersebut pemalu. Dan keong pemalu merupakan keong yang sepi peminat. Keong bukanlah satu-satunya komoditi dagang di lapak tukang keong. Pedagang keong juga menambahkan aksesoris tambahan bagi keong dagangannya. Yaitu sebuah gerobak mini, yang kelak akan diikatkan ke cangkang keong dengan maksud membiarkan keong tersebut berjalan menarik gerobaknya. Keong sebuah hewan yang nampak polos dibuat seakan-akan dia itu kuda delman. Segera miliki mainan keong-keongan ini. Keong dan Gerobak mini warna warni buat keong ini “DIJUAL TERPISAH”


Binatang kedua adalah ikan, ikan mulai dari yang berwarna indah sampai ikan yang menyerupai ikan terkenal. Ikan berwarna indah adalah ikan cupang, mas koki dan lain-lain. Semua ikan itu di jual di sekolahan. Perlu di jelaskan bahwa Ikan cupang bukanlah ikan mesum, karena perbuatan cupang yang ditiru manusia sehingga perbuatan mesum demikian disebut “cup*ng”. Ikan cupangnya sendiri selain diminati karena warna dan keindahan tubuhnya, juga diminati karena bisa diadu. Diadu sesama cupang tentunya. Diadu demi kepuasan pribadi, efek sampingnya adalah ikan cupang anda jadi porak poranda ekornya, banyak luka dan lemas capek berantem.
Adapula ikan yang dijual karena wujudnya mirip ikan terkenal. Semisal ikan patin kecil. dahulu kala anak kecil selalu menganggap ikan tersebut mirip ikan hiu. Mereka pun tertarik memelihara ikan tersebut karena dipastikan bahwa itu adalah BAYI IKAN HIU. Bayi hiu yang pada waktu itu dikumpulkan dalam toples tempat bumbu kacang tukang siomay. Hiu mana yang punya kumis ?, terkadang sebenarnya yang kita dapat adalah ikan lele kecil. Namun karena bentuk mulutnya pipih kesamping seperti ikan hiu maka asumsi kita waktu kecil membenarkan dengan yakin bahwa itu bayi ikan hiu.



Ketiga adalah ayam negri warna-warni, mungkin karena sasaran pembelinya anak-anak, maka yang dijualpun binatang yang masih anak-anak. Di atas tadi sudah kita bahas mengenai anak ikan hiu KW, sekarang ada lagi yaitu anak ayam negeri. Pedagang ini menyakiti dunia perayaman. Karena mereka menjual ayam dibawah umur, ayam yang dijualpun diwarnai sesuka hati oleh penjualnya. Biar terlihat eykeci dan menarik bagi pembelinya.


Anak-anak yang melihat ada ayam kecil warna biru, kuning, hijau atau merah pasti tergoda untuk membelinya. Betapa jahatnya penjual itu mewarnai ayam di bawah umur kemudian memperjual belikannya. Walaupun kelak ketika ayam tersebut besar, warnanya akan hilang seiring pertumbuhan badannya. Namun tetap saja, ayam tersebut besar dalam keadaan  yatim piatu, dari kecil uda merantau jauh dari tempat kelahirannya. Itupun kalau hidup, kalau yang melihara sumanto kecil atau limbad kecil maka keadaan anak ayam tidak akan lebih baik.

Barbie-Barbie-An Dari Kertas
Gue lupa apa nama sebenarnya untuk mainan jenis ini. Namun setelah gue cari tahu dari teman wanita gue mengenai mainan ini, akhirnya gue temukan juga namanya. Nama umumnya adalah barbie BP dibaca Bepe (bongkar pasang). Bisa didapatkan di warung-warung dekat rumah atau di abang-abang ager. Kalau yang ini sangat laris dimainkan oleh para perempuan. Mainan ini dikelompokan ke dalam tema-tema tertentu tergantung mood si barbie, ada yang temanya baju pesta, baju sekolah, baju tidur, baju kondangan atau selametan dll.


Tak cuma barbie dan pakaiannya, kadang kursi dan bangku pun juga ada di dalam lembaran mainan ini. Ini mainan 2 dimensi. Jadi hanya dapat dilihat dari depan saja, karena jika dilhat dari belakang anda hanya akan menemukan sebuah karton polos tanpa gambar. Di bawah kepala barbie diberi sedikit sobekan guna menyangkutkan baju yang kelak akan di pakainya. Biasanya pakaiannya berupa pakaian terusan. Jadi dari atas langsung bawahan pakaian, baju dan celana jadi satu.

Kartu/Gambaran (Gambar Figur Favorit)
Kartu ini selalu jadi mainan wajib anak-anak. Dibeli dengan uang jajan sendiri, mulai dari beli poster berukuran besar, lalu digunting-gunting kertasnya menjadi bagian kecil mengikuti ukuran gambaran yang sudah disesuaikan, kemudian mengumpulkan gambarnya. Mulai dari Doraemon, Dragon Ball, Sailormoon sampai dengan Anak Ajaib, Si Cecep, Dan  Amigos X Siempre. Kalau ada uang lebih kadang mereka juga mengoleksi kartu hologramnya. Cara mainnya kadang di adu dengan cara ditepuk (kartu kita dan teman di adu dengan saling menepukan tangan, kemudian ketika kartu jatuh melayang kebawah, kartu yang terbalik atau gambarnya menghadap ke bawah dianggap kalah).


Ada juga jenis gambaran yang mainnya tidak dengan di adu. Itu adalah gambaran kwartet, gambaran ini beda dengan gambaran sebelumnya. Bedanya di gambaran ini ada judul, nomor halaman dan temanya. Biasanya empat buah kartu punya tema yang sama. Misalnya “Donald Tamasya” atau jika gambarnya hewan temanya “Binatang liar” atau “Serangga”. Cara mainnya adalah kita mengumpukan ke empat kartu yang temanya sama. Ajak teman ikut main, maksimal 4 orang dan minimal 2 orang. Kemudian suarakan kartu yang temanya kita cari, jika kawan punya kartunya maka dia wajib memberikannya pada kita. Jika tidak ada, maka kita berhak mengambil kartu baru di dalam tumpukan kartu baru di bawah. Pihak yang mengumpulkan gambaran dengan tema yang sama paling banyak dia yang menang. Seru loh main kwartet ini, butuh strategi dan pengalaman.

Kertas Binder Warna Warni
Ini kebiasanya anak perempuan. Beli kertas binder warna-warni, kadang juga ada edisi sebuah kartun. Cara mainnya hanya mengoleksi kertas tersebut, dan ada juga yang bertemu anak lain sesama kolektor kertas. Jika menemukan yang menarik di binder temen, maka dilakukanlah sebuah penawaran kerjasama yaitu tukeran kertas. Tukeran kertas binder yang dimaksudkan membuat salah satu member terpuaskan karena bisa memiliki kertas binder dengan jenis lain yang ia suka. Kalau bagus mereka tidak mau menulis di atas kertas itu. Jika kertasnya nggak begitu berharga biasanya di isi biodata teman, mulai dari nama, tempat tanggal lahir, zodiak, pesan, kesan, makanan favorit disingkat MaFa, dan MiFa buat minuman favorit. Itung-itung buku kenangan hand made lah, yang dimintai isi biodata juga berasa artis yang dimintain tanda tangan atau berasa diwawancarain jurnalis televisi swasta Indonesia. Seneng seneng aja dimintain biodata.

Mewarnai Gambar
Penjual jajanan ini adalah abang-abang yang kerjannya kaya guru seni rupa. Tugas mereka adalah menjual sebuah gambar tanpa warna, di foto copy sebanyak mungkin kemudian dijual ke anak-anak. Anak-anak ditantang untuk mewarnai gambar tersebut. Nanti setelah selesai diwarnai si anak akan menyerahkan hasilnya itu untuk di nilai si penjual gambaran. Jikalau hasilnya bagus dan dapat nilai sempurna dalam hal ini nilai 100, niscaya si anak akan dapat hadiah menarik. Hadiahnya pun variatif, jika dapat nilai 70 si anak berhak dapat penghapus, kalau dapat nilai 80 berhak dapat satu buah spidol (warnanya bebas). Dan jika dapat nilai 100 atau sempurna, si anak diberi kesempatan untuk memilih hadiah utamanya. Mulai dari Tamiya atau spidol satu set lengkap.
Biasanya ada satu lembar gambar yang dapat nilai 100 dan dipajang di depan khalayak ramai. Nanti anak-anak akan memilih gambar yang mereka suka. Semua anak akan mencontoh gambar yang dapat 100, mulai dari warnanya sampai detailnya disamain biar ikut dapat 100. Seorang anak rela bolak balik sekolahan – rumah hanya untuk mengecek gambar yang di jadikan contoh tadi.. Harga selembar gambar polos itu sekitar Rp.500/3 lembar, mungkin sekarang sudah Rp.500/selembar. Seorang anak akan terus mencoba membeli terus gambaran itu karena penasaran nggak pernah dapat 100. Anehnya itu, anak-anak nggak ada yang punya inisiatif buat foto copy sendiri kertas tersebut, biar lebih murah. Mereka malah terus membeli gambar ke abangnya langsung.

Gundu Alias Kelereng
Mainan ini bentuknya minimalis. Sebuah benda dengan bentuk bulat sempurna, dan terbuat dari bahan kaca padat. Ada ukiran seperti daun kecil warna-warni di dalam buletan. Sampai sekarang pun, gue nggak tau itu daun apa benda lainnya yang ada di dalam gundu. Dulu gundu merupakan mainan yang sangat berharga, kita rela bertaruh gundu milik kita dengan lawan lain ketika bermain. Konsekuensinya jika kita kalah maka gundu kita akan diambil oleh pihak lawan. Jumlah gundu di Jababeka sangatlah banyak, saking banyaknya jumlah gundu di Jababeka, ketika sedang berjalan tanpa sengaja kita menemukan gundu di tanah. Gali tanah sedikit ketemu gundu, lagi buang sampah ketemu gundu, lagi beres-beres rumah ketemu gundu, lagi angkat kursi ketemu gundu, bongkar lemari ketemu gundu, ada banyak gundu dimana-dimana. Sehingga gundu seperti menjadi barang tambang. Semacam terkubur dari jaman dahulu dan muncul ke permukaan.



Sejenis Lego
Mainan ini biasa gue sebut dengan bongkar pasang. Nggak ada nama yang jelas untuk mainan jenis ini. Bentuknya seperti huruf “H” dan ukurannya kecil sebesar kancing baju. Kita nggak mungkin beli mainan ini satu buah saja, setidaknya kita perlu membeli 10 buah. Karena sifatnya seperti lego, jika hanya satu buah tidak akan bisa dimainkan. Bedanya dengan Lego, mainan ini hanya punya satu bentuk. Biarpun begitu tak membuatnya jadi tidak menarik. Dengan mainan itu kita bisa membuat beragam jenis bentuk, helikopter, rumah, pesawat hingga yang paling sederhana yaitu gelang dan tali jam.


Kini banyak tali jam tangan yang menggunakan model dan bentuk mainan ini. Mainan ini pun tak bedanya dengan gundu, yaitu selalu bisa kita temukan di jalan. Mungkin sekarang jarang ditemukan lagi, karena mainan ini telah sepi peminat. Padahal mainan jenis ini dapat memacu seorang anak untuk lebih kreatifitas. Dengan mainanan ini akan muncul bibit-bibit baru seorang perancang, arsitektur dan lain-lain.

Balon Tiup
Balon ini beda dengan balon yang biasa terbuat dari karet. Balon ini dikemas dalam kemasan dengan merk “TATATA”. Dalam setiap kemasannya ada sedotan kuning pendek yang juga masuk dalam paket pembelian balon tiup ini. Balon tiup dan sedotannya juga dibungkus seperti bungkus lilin mainan. Bentuk awalnya kaya getah lunak gitu, dikemas dalam kemasan seperti bungkus odol dan cat lukis, hanya saja dalam skala yang lebih kecil. Lendir seperti getah yang jadi cikal bakal balon tiup tersebut lengket sekali dan beraroma seperti spidol whiteboard atau tinner.


Cara mainnya itu nanti kita ambil sedikit getah itu kemudian balurkan ke ujung sedotan kuning yang disediakan pihak pembuat balon. Segera tiup ujung sedotan yang bebas dari getah,  tiup sedemikian kuatnya sehingga membentuk gelembung besar. Tak jarang ada budaya urban berlaku dalam memainkan permainan ini. Yaitu setelah di balurkan di ujung sedotan, sebelum di tiup kita harus mengkulum sejenak getah itu di mulut sambil memutar-mutar sedotannya. Jika sudah merasa yakin setelah di kulum, barulah adonan balon tersebut ditiup. Membran balon ini sangatlah tipis. Sehingga harus berhati-hati dalam memegannya dan meniupnya. Bentuk balonnya mirip dengan gelembung busa, hanya saja balon tiup ini agak lebih kokoh dan tebal sedikit kulitnya dibanding gelembung busa. Dan demi kepuasan batin, kadang pihak yang meniup balon ini langsung mengempaskan balon utuh tadi ke wajah. Sehingga wajahnya nampak seperti memakai masker full face.

Parasut-Parasutan
Ini bentuk replika dari penerjun payung. Bahannya dari plastik kresek, yang diikat tali disisi-sisinya dan disimpulkan ke sebuah pemberat berupa orang-orangan dari gabus tipis. Cara mainnya adalah dengan melempar mainan tersebut ke atas. Sensasi melihat parasut itu melayang di udara tak bisa digantikan dengan kata-kata. Walaupun lengan pegel karena selalu melempar parasut ke arah atas, namun terpuaskan juga setelah melihat parasut berayun dan melayang di udara. Cihuuuyyy. . . . . . .  masalah utama dari parasut ini adalah talinya yang suka kusut berlibet, dan kadang menyangkut di ranting pohon. Bahannya rentan kekerasan sehingga kita harus berhati-hati jika menyentuh payungnya.



Gigi Drakula
Sebagian dari anda pasti pernah membeli mainan jenis ini. Mainan tanpa fungsi dan kenikmatan jika dimainkan. Hanya saja membuat kita nampak seperti drakula. Biasanya berwarna putih, kadang oren dan merah. Konstruksi gigi drakula ini adalah rahang atas sampai rahang bawah nyambung semua tidak terpisah. Jika gigi drakula ini direntangkan niscaya akan terbentuk O melingkar seperti mulut. Sulit dimainkan, beberapa anak yang tidak kuat biasanya mual ketika memasang gigi drakula ini kedalam mulutnya. Atau perih juga karena sisi gigi drakula yang mengiris gusi.


Anehnya adalah ketika dipakai di mulut kita tak sama sekali bisa meludah dengan baik. Akan tetapi jika ingin dilepaskan, kelak liur kita akan ikut keluar seiring dengan copotnya gigi drakula itu. Dan belum ada yang berani minjem gigi drakula punya temen, sehingga setiap anak wajib punya daripada pinjem-pinjeman. Material gigi drakula ini dari plastik, bahan yang sama seperti bola plastik. Walaupun kita membelinya dengan ukuran yang pas, ketika memakainya dimulut kita mengalami kesulitan mingkem dengan sempurna. Ketika kita membuka mulut, maka gigi drakula ini akan copot dengan sendirinya karena presisinya tidak mengkuti gerakan rahang ketika terbuka. Hanya bisa membuka mulut sedikit dan mingkem saja, agar gigi drakula ini tetap terpasang di dalam mulut. Ketika mingkem juga mulut kita akan terlihat gemuk jontor gitu, jadi yang bisa dilakukan adalah mingkem setengah buka mulut.


. . . . . . . . . .  .
Itulah semua jajanan yang gue tahu waktu kecil, beberapa jajanan di atas kini telah punah di makan jaman. Semakin majunya jaman, semakin maju pula perkembangan otak anak-anak kecil. Sehingga mainan sederhana seperti di atas tadi kurang diminati. Maianan waktu kecil gue pun sudah berpindah tangan ke sepupu jauh gue. Mau reuni dengan semua mainan itu juga sudah sulit. Semua mainan diatas adalah maianan yang di jual di sekolah kita waktu SD. Semoga beberapa jajanan di atas sedikit membuat anda bereuni dengan masa kanak-kanak anda. Untuk mengenang lebih jauh tentang masa kecil anda silahkan baca blog gue juga tentang (kelakuan kita sewaktu kecil). Semoga tulisan gue bisa membuat anda tersenyum. Terimakasih sudah membaca........

{ 4 komentar... read them below or Comment }

  1. hey Arief, mampir kemari yak: agheelzgoblog.blogspot.com

    BalasHapus
  2. udah saya lihat blognya. rame tulisanya, penuh info menarik...trus saya musti ngapain ??

    BalasHapus
  3. hahaha, nostalgia nih jadinya.. :v /
    emang jaman dulu itu enak bangedh, beda sama yang sekarang. anak anak dibawah umur 10 th udah mulai pacaran sama main teb. haduh, perkembangan teknologi emang ngga main main ye..

    mampir sekalian komen bro >> great-note.blogspot.com

    BalasHapus